Reiki Mesin Terapi Digital Adalah Alat kesehatan Murah Meriah berjuta manfaat

Jumat, 30 Desember 2016

Contoh Kegiatan mempercantik vagina dan dampak kesehatannya

Akhir-akhir ini, kegiatan mempercantik vagina menjadi hal yang semakin populer di kalangan wanita. Namun apakah beberapa jenis perawatan vagina aman bagi kesehatan? Dr Sudha Marwah, seorang ginekolog di Spectrum Healthcare, Mumbai, menjabarkan beberapa jenis kegiatan mempercantik vagina dan dampaknya bagi kesehatan, seperti dilansir oleh Health Me Up (28/01).

1. Vajazzling
Vajazzling adalah sebutan untuk kegiatan dan mempercantik vagina menggunakan batu mulia, berlian serta glitter. Biasanya glitter atau berlian ditempelkan pada vulva. Metode ini hanya bisa dilakukan setelah wanita melakukan Brazilian wax. Menurut Dr Sudha, menempelkan benda pada vagina yang baru saja dicukur bisa menyebabkan masalah pada wanita, jika mereka memiliki kulit sensitif. Iritasi yang terjadi bisa menyebabkan vagina terasa gatal. Ini juga bisa menular pada pasangan.

2 Mencukur vagina
Mencukur vagina adalah metode umum yang digunakan wanita untuk merawat rambut kemaluan. Mencukur adalah cara tercepat untuk menghilangkan rambut vagina, namun juga bisa menyebabkan tumbuhnya rambut yang lebih kasar dan menyebabkan rasa gatal serta tak nyaman. Selain itu, ketika mencukur rambut vagina dikhawatirkan terjadi luka yang bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri dan infeksi. Jadi, jika ingin mencukur rambut kemaluan, sebaiknya wanita sangat berhati-hati agar tak sampai terluka.

3. Mewarnai rambut kemaluan
Apakah mewarnai rambut kemaluan aman dilakukan? Dr Sudha menjelaskan bahwa kulit vagina 10 kali lebih tipis dibandingkan dengan kulit kepala. Mewarnai rambut hanya akan berakibat buruk bagi kulit vagina. Mengecat rambut vagina bisa menyebabkan keputihan yang berlebihan, iritasi, atau kulit vagina yang kemerahan.

4. Bleaching rambut kemaluan
Ketika rambut kemaluan sering dicukur dan diwax, kulit vagina seringkali menjadi lebih gelap. Untuk itu, kebanyakan wanita biasanya melakukan bleaching. Namun bahan kimia yang terdapat dalam produk bleaching bisa menyebabkan iritasi pada kulit vagina, bahkan menyebabkan rasa terbakar. Sebelum memutuskan untuk melakukan bleaching, sebaiknya wanita berkonsultasi dengan dokter mereka terlebih dulu.

5. Produk pembersih vagina
Penggunaan bahan kimia secara teratur pada vagina bisa menyebabkan iritasi dan mengganggu pH normal yang dimiliki vagina. Hal ini bisa memicu terjadinya infeksi dan iritasi. Untuk membersihkan vagina, wanita sebenarnya hanya perlu mandi secara teratur, mengganti pakaian dalam yang sudah berkeringat lebih sering, serta menghindari pakaian yang terlalu ketat. Tak perlu menggunakan produk berbahan kimia.

6. Tindik vagina
Biasanya tindik vagina dilakukan pada bagian klitoris vagina. Namun bagian dalam atau luar labia juga bisa ditindik. Menindik vagina adalah hal yang berbahaya karena bisa menyebabkan infeksi. Lagipula menindik vagina hanya akan meningkatkan risiko infeksi bakteri, pendarahan, kerusakan saraf, alergi, serta kemungkinan terluka.

7. Brazilian wax
Brazilian wax dilakukan dengan mencukur habis semua bulu vagina menggunakan lilin hangat. Melakukan brazilian wax sebenarnya bisa melemahkan kulit pada vagina yang bisa menyebabkan rasa gatal dan infeksi. selain itu, jika wanita tak pintar menjaga kebersihan setelah melakukan brazilian wax, bisa saja terjadi komplikasi serius ke depannya.

Jangan menganggap semua kegiatan mempercantik vagina baik untuk Anda. Yang terpenting adalah memiliki vagina yang sehat. Mempercantik vagina boleh, namun lebih baik tak usah melakukan hal ekstrem yang nantinya justru mengganggu kesehatan vagina. merdeka

Vagina (dari bahasa Latin vāgīna, yang makna literalnya "selongsong" atau "sarung pedang") adalah saluran berbentuk tabung yang menghubungkan uterus ke alat kelamin bagian luar tubuh, yaitu vulva pada mamalia dan marsupilia betina, atau kloaka pada burung, monotremata, dan beberapa jenis reptil betina. Serangga dan beberapa jenis invertebrata betina juga memiliki vagina, yang merupakan bagian akhir dari oviduk. Vagina merupakan sebagian dari alat reproduksi pada mamalia betina, seperti halnya penis pada mamalia jantan.

Pada manusia (juga hewan), ukuran dan bentuk vagina bermacam-macam tergantung etnisnya dan perlu diketahui untuk keperluan medis dan pembedahan. Vagina berubah secara drastis ukuran dan bentuknya pada saat terjadinya rangsangan dan persetubuhan.

Berbeda dengan mamalia jantan yang biasanya hanya mempunyai satu lubang kelamin, mamalia betina biasanya mempunyai dua lubang kelamin, yaitu, uretra dan vagina. Lubang vagina jauh lebih besar daripada lubang uretra, dan kedua lubang dilindungi oleh struktur kulit penutup yang disebut labia. Pada amfibi, burung, reptil, dan monotremata, secara umum saluran reproduksi hewan bentina oleh para ahli zoologi disebut dengan nama kloaka; di mana pada spesies-spesies tersebut mungkin terdapat fungsi tambahan yaitu sebagai saluran usus dan saluran kemih.

Tekstur dinding vagina dapat menciptakan gesekan pada penis selama hubungan seksual dan merangsang terjadinya ejakulasi, yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Berbagai infeksi yang ditularkan secara seksual dan gangguan lainnya dapat mempengaruhi vagina. Karena risiko penularan penyakit-penyakit tersebut, otoritas kesehatan seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau badan-badan kesehatan lainnya kerap menganjurkan praktik seks yang aman.

Vagina berasal dari pengembangan duktus Muller pada embrio. Vagina manusia merupakan suatu saluran otot elastis yang memanjang dari leher rahim sampai ke vulva. Warna vagina serta bagian dalam vulva adalah merah jambu kemerahan, dan vagina menghubungkan vulva supervisial dengan leher rahim (serviks) dari uterus di sebelah dalam. Vagina, yang terletak di belakang (posterior) uretra dan kandung kemih, secara superior mencapai perineum dan secara posterior menuju leher rahim; leher rahim dan vagina terhubung melalui sudut yang membelok, yaitu sekitar 90 derajat.

Lapisan internal vagina terdiri dari epitel skuamosa berlapis. Di bawah lapisan ini adalah lapisan otot polos, yang dapat membuat vagina kontraksi selama hubungan seksual serta ketika melahirkan. Di bawah otot adalah lapisan jaringan ikat yang disebut adventitia

Vagina merupakan jalur keluarnya darah dan jaringan menstruasi dari tubuh. Masyarakat di negara-negara industri sering menggunakan tampon, mangkuk menstruasi, dan pembalut wanita untuk menyerap atau menampung carian tersebut. Cairan vagina terutama berasal dari rahim, leher rahim, dan transudasi epitel vagina, sedangkan kelenjar Bartholin juga mengeluarkan sedikit lubrikasi pada saat rangsangan seksual.

Hanya dibutuhkan sedikit lubrikasi vagina saja untuk membuat vagina menjadi lembab. Cairan vagina mungkin menjadi sedikit berlebih selama rangsangan seksual, pada pertengahan siklus menstruasi, beberapa saat sebelum menstruasi, atau selama masa kehamilan

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang sangat rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan batas antara uretra dengan anus sangat dekat, sehingga kuman penyakit seperti jamur, bakteri, parasit, maupun virus mudah masuk ke liang vagina. Untuk itu, wanita harus rajin merawat kebersihan wilayah pribadinya ini. Infeksi juga terjadi karena terganggunya kesimbangan ekosistem di vagina.

Ekosistem vagina merupakan lingkaran kehidupan yang dipengaruhi oleh dua unsur utama, yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus atau bakteri baik. Di sini estrogen berperan dalam menentukan kadar zat gula sebagai simpanan energi dalam sel tubuh (glikogen). Glikogen merupakan nutrisi dari Lactobacillus, yang akan dimetabolisme untuk pertumbuhannya.

Sisa metabolisme kemudian menghasilkan asam laktat, yang menentukan suasana asam di dalam vagina, dengan potential Hydrogen (pH) berkisar 3,8 - 4,2. Dengan tingkat keasaman ini, Lactobacillus akan subur dan bakteri patogen (jahat) akan mati.

Di dalam vagina terdapat berbagai macam bakteri, 95 persen Lactobacillus, 5 persen patogen. Dalam kondisi ekosistem vagina seimbang, bakteri patogen tidak akan mengganggu. Bila keseimbangan itu terganggu, misalnya tingkat keasaman menurun, pertahanan alamiah juga akan turun, dan rentan mengalami infeksi.

Ketidakseimbangan ekosistem vagina disebabkan banyak faktor. Di antaranya kontrasepsi oral, penyakit diabetes mellitus, antibiotika, darah haid, cairan sperma, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching), dan gangguan hormon seperti saat pubertas, kehamilan, atau menopause. vaginapedia


Seperti Apa Bentuk Vagina Normal dan Sehat?

Melihat gambar dari vagina hasil operasi plastik, seperti yang biasa ditampilkan dalam film dewasa, dapat mempengaruhi apa yang wanita anggap sebagai vagina normal dan “ideal”, demikian dilansir dari Women’s Health berdasarkan penelitian terbitan BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynecology.

Di antara sekian banyak pertanyaan besar kehidupan, seperti “Adakah kehidupan lain selain di bumi?” dan “Siapakah yang pertama kali memerah susu sapi untuk diminum?” mungkin ada satu pertanyaan yang juga sering diutarakan dalam hati wanita: “Apakah vagina saya normal?” Anda dapat berhenti khawatir, karena jawabannya adalah ya — dan tidak.

Seperti manusia, vagina juga bersifat individualistis. Tidak ada dua vagina yang sama persis. Jangan membandingkan diri Anda dengan orang lain, karena yang tampak seperti vagina normal bagi seseorang, belum tentu untuk Anda. Anda adalah individu yang unik. Ya, bahkan vagina Anda.

Kemungkinan terbesarnya, vagina Anda baik-baik saja. Tapi, sekadar untuk membantu memberikan Anda ketenangan batin, inilah panduan untuk beragam ukuran dan bentuk vagina (serta beberapa tanda yang patut diwaspadai jika benar ada sesuatu yang salah pada vagina Anda).

Pentingnya pemeriksaan vagina mandiri

Pemeriksaan vagina mandiri adalah cara bagi seorang wanita untuk melihat vagina dan vulvanya. Pemeriksaan mandiri ini dapat membantu Anda lebih memahami tubuh Anda, dan setiap masalah yang mungkin memerlukan perhatian medis.

Waktu terbaik untuk melaksanakan pemeriksaan vagina mandiri adalah tepat di tengah-tengah dua siklus menstruasi Anda. Yang perlu diperhatikan, pemeriksaan vagina mandiri bukan berarti Anda tidak perlu menjalani pemeriksaan panggul rutin oleh ginekolog Anda.

Untuk melakukan pemeriksaan vagina mandiri, Anda memerlukan:

Sebuah senter kecil atau pencahayaan yang baik di dalam ruangan
Sebuah cermin genggam dengan pegangan panjang
Spekulum (atau, Anda juga bisa gunakan tangan Anda)
Jangan mengoleskan krim vagina atau douche (semprotan pembersih vagina) sebelum melakukan pemeriksaan
Cuci tangan, dan tanggalkan celana. Duduk di kursi, tempat tidur, lantai, atau sofa dan sangga punggung Anda dengan bantal. Tekuk lutut Anda hingga kedua telapak kaki berada di samping bokong. Bersender sedikit ke belakang, dan lebarkan kedua lutut Anda sehingga daerah genital Anda dapat terlihat.

Genggam atau topang cermin di depan area genital Anda, dan sesuaikan arah sinar senter sehingga Anda dapat melihat ke dalam.

Seperti apa ciri dan bentuk vagina normal yang sehat?

1. Vulva
Vulva adalah organ genitalia di bagian luar vagina yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Vulva termasuk mons pubis (punuk kemaluan), labia majora (bibir luar), labia minora (bibir dalam), klitoris, dan bukaan eksternal dari uretra dan vagina.

Kita sering tertukar antara vulva dan vagina. Vagina, alias jalur lahir sepanjang 8 centimeter, berada di dalam tubuh. Hanya bukaan vagina (introitus) saja yang dapat Anda lihat dari luar. Vagina tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna. Beberapa kecil dan berbentuk oval, yang lainnya besar dan berbentuk silinder.

Dinding vagina normal berwana kemerahan (bisa merah muda cerah atau kecokelatan) dan memiliki lipatan atau kerutan. Vulva dapat memiliki keriput, dan ini merupakan hal yang normal. Sebenarnya, keriput pada vulva menandakan elastisitas, jadi jangan merasa hal ini membuat Anda merasa tua atau tidak normal.

Yang tidak normal: jika vulva terasa nyeri atau ada benjolan aneh seperti kutil vagina — disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual.

2. Labia

Labia adalah bagian yang paling mudah terlihat dari vulva Anda — kelopak penutup yang terbelah menjadi dua bagian di mons pubis. Kelopak ini disebut dengan labia majora, atau sering juga disebut sebagai “bibir vagina”. Jika Anda membuka labia majora Anda, akan terlihat kelopak yang lebih kecil di dalamnya, di kedua sisi bukaan vagina Anda.

Banyak orang yang percaya bahwa bibir dari kedua labia seharusnya memiliki panjang tertentu, tetapi ini tidak benar. Pada lebih dari setengah wanita, bibir labia minora bisa lebih panjang dan menonjol keluar dari labia majora. Kadang, kedua pasang labia bisa panjang, tebal, atau bahkan tipis. Terkadang, warna kulit labia dapat menyerupai warna kulit tubuh, lebih gelap, atau lebih terang. Beberapa labia bisa memiliki satu sisi yang lebih panjang dari sisi lainnya. Semua ini adalah berbagai variasi vagina normal.

Yang tidak normal: kulit labia yang berubah warna dan memiliki bercak putih dapat menjadi tanda penyakit lichen sclerosus, yang umum ditemukan pada wanita usia menopause. Rasa gatal, panas, dan/atau perdarahan dari kulit vulva juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan — dari kondisi kulit hingga penyakit kelamin.

3. Klitoris
Tepat di bagian atas, di mana ujung labia minora bertemu, adalah klitoris. Lembaran kulit tempat mereka bertemu, yang menutupi sebagian klitoris eksternal, disebut sebagai tudung klitoris. Menurut anggapan orang awam, klitoris adalah sebuah tombol lunak berwarna merah muda, seperti penghapus di ujung pensil. Namun kenyataannya, sebagian besar klitoris (tiga perempatnya) sebenarnya berada di dalam tubuh Anda.

Pada umumnya, klitoris yang tampak dari luar memiliki ukuran 0,5 cm hingga 1,3 cm. Namun, jika klitoris Anda berukuran lebih besar dari ‘standar’ tersebut, jangan khawatir. Vagina Anda masih tergolong normal, apalagi ukuran klitoris masih bisa membesar saat jaringan ereksinya mendapat rangsangan. Bagian terluar klitoris juga bisa berukuran lebih kecil, bahkan tersembunyi. Selain itu, klitoris pada beberapa wanita juga dapat memiliki lipatan kulit yang mengendur di atas area klitoris. Memiliki klitoris tersembunyi tidak berarti Anda tidak memilikinya sama sekali, atau tidak dapat menimbulkan rangsangan. Semua hal ini adalah normal.

Yang tidak normal: jika area klitoris terasa nyeri atau perih, yang dapat terkait dengan overstimulasi saat seks atau masturbasi, atau karena penumpukan smegma (kerak berwarna putih dari endapan urin, minyak, dan sel kulit mati — tidak menyebar dan berbahaya, juga bukan penyebab kanker genitalia) di balik tudung klitoris Anda. Smegma dapat Anda bersihkan cukup dengan air.

Selain itu, perhatikan juga apakah ada sensasi gatal, yang dapat menandakan infeksi ragi.

4. Cairan vagina
Meskipun banyak dari kita yang menganggap keputihan sebagai hal yang tidak normal, sebenarnya cairan vagina adalah bagian alami dari mekanisme pembersihan otomatis yang dilakukan oleh vagina yang sehat.

Keputihan yang wajar memiliki karakteristik warna terang atau transparan dan bertekstur cair, kental dan lengket berwarna putih susu, atau tekstur seperti pasta. Selain itu, cairan vagina yang sehat tidak berbau busuk, tidak mengandung darah dan/atau berdarah, dan tidak terlihat seperti dadih.

Yang tidak normal: Keputihan yang harus Anda waspadai adalah cairan yang menggumpal berwarna abu-abu, kuning, atau kehijauan, yang diikuti oleh bau busuk menyengat. Kondisi ini dapat menandakan infeksi trichomoniasis atau bacterial vaginosis. Keputihan yang tampak seperti dadih dapat berarti infeksi jamur vagina.

5. Vagina
Yang disebut sebagai vagina sebenarnya adalah sebuah bukaan kecil di bawah uretra dan klitoris Anda. Meskipun hanya sangat sedikit vagina yang dapat terlihat, jika Anda memasukkan jari ke dalamnya, Anda akan merasakan segala macam benjolan, “bukit”, dan “lembah”. Benjolan ini disebut vaginal rugae, dan merupakan hal yang normal — yang membantu vagina memperluas diri saat seks.

Yang membedakan vaginal rugae dengan benjolan yang menunjukkan vagina yang tidak sehat memerlukan perhatian medis, adalah rasa nyeri, tekstur kasar, benjolan tinggi, yang menandakan benjolan tersebut adalah kutil genital.

Di bagian belakang vagina Anda adalah leher rahim, yang terlihat seperti donat kecil dengan lubang yang sangat kecil tepat di tengah, disebut os. Anda mungkin melihat adanya polip (daging bertumbuh) yang menggantung dan menonjol melalui os. Polip ini mudah berdarah, namun tidak perlu diangkat kecuali jika mengganggu Anda.

Leher rahim mungkin memiliki benjolan berisi cairan yang terlihat seperti bintil. Bintil ini tidak berbahaya, disebut dengan kista Nabothian. Kista Nabothian disebabkan oleh kelenjar produsen lendir dari rahim. Kista ini dapat datang dan pergi, ada pula yang bertahan lama. Kista ini tidak memerlukan perawatan.

Perhatikan pula dinding vagina Anda. Pada vagina yang sehat, kondisi dinding dapat bervariasi — kering hingga sangat basah. Vagina cenderung kering sebelum perempuan mencapai pubertas, selama menyusui, dan setelah menopause, serta menjelang dan sesaat sesudah menstruasi. Ekosistem dinding vagina akan menjadi lebih basah saat ovulasi, selama kehamilan, dan selama rangsangan seksual.

Yang tidak normal: Rasa sakit pada vagina bukanlah hal yang normal, bahkan setelah hubungan seksual. Jika seks yang teratur membuat Anda merasa nyeri atau sakit, atau jika Anda mengalami nyeri pada vagina yang tidak terkait dengan kegiatan apapun, bicarakan dengan dokter. halo sehat

Info kesehatan seputar AnatomiSistem utama Sistem sirkulasi · Sistem pencernaan · Sistem endokrin · Sistem ekskresi · Sistem imun · Sistem integumen · Sistem limfatik · Sistem otot · Sistem saraf · Sistem reproduksi · Sistem pernafasan · Sistem skeletalOrgan Anus · Diafragma · Faring · Ginjal · Hati · Hidung · Jantung · Kelenjar adrenal · Kelenjar prostat · Kelenjar tiroid · Kulit · Lambung · Laring · Lidah · Limpa · Mata · Otot · Ovarium · Pankreas · Paru-paru · Payudara · Penis · Plasenta · Rahim · Rektum · Telinga · Testis · Umbai cacing · Usus besar · Usus halus · Vagina · Vulva · Vesikula seminalisTulang Tulang selangka (clavicula) · Tulang paha (femur) · Tulang lengan atas (humerus) · Tulang rahang (mandibula) · Tulang lutut (patella) · Tulang pengumpil (radius) · Tengkorak (cranium) · Tulang kering (tibia) · Tulang hasta (ulna) · Tulang rusuk (costae) · Tulang punggung (vertebra) · Tulang pinggul (pelvis) · Tulang dada (sternum)Jaringan Jaringan ikat · Jaringan otot · Jaringan epitel · Jaringan saraf · KelenjarKelenjar Kelenjar payudara · Kelenjar liur · Kelenjar tiroid · Kelenjar paratiroid · Kelenjar adrenal · Kelenjar pituitari · Kelenjar pinealBagian tubuh Badan · Bokong · Dada · Gigi · Ketiak · Kemaluan · Kepala · Rambut · Kulit · Leher · Lidah · Mata · Mulut · Bibir · Punggung · Sendi · Telinga · Tungkai · Ubun-ubun · Wajah · Sikut · Tumit · Pergelangan tangan · Pergelangan kakiRambut Rambut kepala · Rambut kaki · Rambut tangan · Rambut mata · Rambut kemaluan · Rambut ketiak · Jenggot · Kumis · Alis · Rambut badan · Bulu mataIstilah lainnya Arteri · Diafragma · Perineum · Peritoneum · Saraf · Vena

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar